Posted by: naxchewow on: August 24, 2008
Pelajar dengan gejala-gejala gangguan tidur lebih banyak menerima nilai jelek di kelas pada mata pelajaran matematika, membaca dan menulis dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan tidur. Demikian menurut hasil penelitian yang dipresentasikan pada SLEEP 2007, the 21st Annual Meeting of the Associated Professional Sleep Societies (APSS), 9-14 Juni 2007.
Studi tersebut fokus pada orang tua dari 218 anak tingkat dua dan tiga yang menyelesaikan formulir Sleep Disorders Inventory for Students-Child, yaitu sebuah alat penapisan yang divalidasi untuk digunakan di sekolah.
Menurut hasilnya, para pelajar dengan laporan gejala-gejala gangguan tidur menerima nilai buruk secara bermakna dibandingkan pelajar tanpa gejala gangguan tidur. Secara khusus, ada perbedaan dalam nilai matematika, membaca dan menulis.
Studi tersebut, yang mengidentifikasi hubungan antara prevalensi gejala-gejala gangguan tidur dan performa akademik pada tingkat dua dan tiga, menemukan bahwa panapisan pelajar di sekolah dengan instrumen berbasis sekolah yang divalidasi dapat mengidentifikasi pelajar yang harus direferensikan untuk penanganan medis dan atau tingkah laku.
Para peneliti juga merekomendasikan agar anak-anak pra sekolah tidur antara 11-13 jam semalam dan anak-anak usia sekolah tidur antara 10-11 jam semalam. Sebaiknya anak-anak Anda harus mengikuti tahapan berikut untuk mendapatkan tidur malam yang baik:
Jika Anda mencurigai anak Anda menderita gangguan tidur, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak yang bisa saja nantinya mereferensikan Anda ke ahli tidur.